Jumat, 19 Juni 2015

Mall Paris Van Java

Sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk mengunjungi mall PVJ, karena kami disini cuman ingin liburan ke tempat wisata alam saja tapi dibatasi waktu jadi kami tidak bisa berpergian sesuka hati di hari libur begini karena macet ada dimana-mana. Akhirnya kami memutuskan mengunjungi salah satu mall terbesar di Kota ini, sembari menghabiskan waktu mumpung masih bisa jalan-jalan.

Dengan berbekal aplikasi petunjuk arah, kami dengan hitungan mudah mampu sampai di mall ini dengan waktu yang singkat, tapi oh tapi datang ke mall ini butuh waktu dan tenaga juga. Saat berada di depan mall, semua pintu parkir sudah di penuhi banyak sekali mobil dan motor. Kemacetan parah sudah tidak terbendung lagi. Mencari parir menjadi hal yang sangat susah. Kami memerlukan waktu 1 setengah jam hanya untuk memarkir kendaraan.

Setelah berputar-putar hanya di area parkir saja, maka kami bersyukur mendapat tempat kosong. Kami lalu masuk ke dalam mall untuk makan malam yang sudah sangat terlmbat ini. Design interior mall ini memang luar biasa. Luas dan megahnya bangunan ini sangat memukau mata. Tidak seperti tampilan mall pada umumnya yang terkesan formal dan begitu-begitu saja. Mall ini mempunyai daya tari yang sangat menawan.

Saat mencari tempat makan, kami di buat pusing dengan banyaknya resto-resto yang tersedia. Mulai dari loasi indoor hingga outdoor semua ada. Lengkap sekali mall ini. Di halaman luar terdapat taman tempat orang bisa sekedar duduk beristirahat dan berkumpul menunggu jemputan. Kami memutuskan masuk ke salah satu resto dengan menu western untuk mengatasi kelaparan yang sudah tidak terbendung.

Semua jenis makanan ada di dalam mall ini, dari lokal sampe internasional disediakan, maka tidak heran pengunjung sangat betah berada di tempat ini meskipun harus rela berebut parkiran dan menunggu untuk waktu yang lama. Seusai makan, kami lalu menuju ke dalam mall untuk melihat-lihat. Semua lantai memiliki gaya arsitektur yang memukau dan sangat apik di mata.

Kamar mandinya juga dengan design modern sangat tidak tampak seperti kamar mandi mall, sangat berkelas dan elegan. Semua toko di isi dengan brand lokal dan internasional, untuk para penggila belanja tentu tempat ini terasa sebagai tempat yang sempurna untuk menyalurkan hoby tersebut.


Gedung Sate


Seringkali saya mendengar mengenai gedung sate ini namun belum pernah sama sekali mengunjunginya ataupun melihat secara langsung. Banyak orang yang sudah mengambil gambar dengan berlatar gedung ini, dari sejaranya gedung ini memang memiliki nilai yang tinggi untuk di jadikan ikon kota Bandung.

Karena menginap di sekitar lokasi Gedung Sate, maka berkunjung ke gedung ini menjadi sesuatu yang memang wajib. Nah siang itu matahari agak terik, namun tetap tidak mengurangi niat saya berkunjung ke gedung ini, gedung ini memang sangat indah jika di perhatikan. Tidak cuman menggunakan gaya bangunan Indonesia namun juga mengandung nilai bangunan eropa.

Ornament tusuk sate yang berada di menara sentralnya sungguh menjadi ciri khas yang mencolok dan menjadi penanda tanah Kota Bandung yang tidak cuman dikenal masyarakat lokal namun seluruh Indonesia. Pada awalnya gedung ini diperuntukkan bagi Departemen Lalulintas dan Pekerjaan Umum, bahkan menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda setelah Batavia sudah tidak dianggap memenuhi syarat sebagai pusat pemerintahan. Namun kini sudah dikenal dengan sebutan Kantor Gubernur.

Saya beberapa kali mengambil gambar di tempat ini, dan melihat banyak sekali wisatawan yang melakukan hal yang sama. Tidak hanya wisatawan dari luar kota namun juga masih  banyak warga lokal yang mengunjungi tempat ini. Di sekitarnya masih ada banyak penjual yang berjejeran juga, namun sudah di tata rapi oleh pemerintah kota.


Bandung, we meet again ~

 Setelah pengalaman tidak mengenakan di sepanjang perjalanan menuju Bandung, ikhlas tidak ikhlas, kami mencoba melupakan semua yang terjadi. Lelah sudah menyelimuti kami. kami berusaha tetap enjoy dengan liburan kami dan tidak memikirkan lagi masalah tipu menipu itu. Kami fokus dengan kota Bandung ini. Sampai juga kami di kota ini tepat di angka 12 siang.

Bandung kota ini mungkin sangat akrab di telinga kita. Ya, saya sendiri akrab mendengar nama kota ini, saat menempuh pendidikan taman kanak-kanak saya menghabiskan waktu 2 tahun untuk bersekolah di TK Aisyah Bandung. Namun setelah lulus saya kembali lagi di kota kelahiran saya di Kendari. Setelah 14 tahun akhirnya saya kembali bisa mengunjungi kota ini.

Memori masa kecil jelas sudah tidak bisa banyak diandalkan jika disuruh mengingat, dan akhirnya kesempatan datang lagi untuk mengunjungi kota ini. Menyenangkan rasanya reuni kecil-kecilan dengan masa kecil terjadi lagii, seingat saya cuman suhu sejuk kota ini yang tidak pernah berubah. Jalan-jalan yang tidak  besar namun padat menjadi pemandangan baru, serta bangunan-bangunan hotel menjulang tinggi dan membuat bangunan kecil di sekitarnya semakin tak terlihat. Namun Bandung tetap istimewa, tetap menjadi kota yang wajib untuk di kunjungi. 

Perjalanan yang cukup melelahkan saya tempuh dari Semarang ke Bandung, selama 10 jam menggunakan transportasi jalur darat sungguh menguras tenaga. Namun itu terbayar sudah ketika sudah menginjakan kaki di kota ini. Dengan waktu yang cuman 2 hari di kota ini, saya hanya bisa berkunjung ke tempat-tempat dalam kota saja, seperti gedung sate, jalan dago, TSB, dan PVJ. Karena berangkat di hari libur , tentu saja perjalanan di penuhi kemacetan yang tak terhingga. Yang biasanya cuman 10 jam bisa menjadi 12-15 jam.

Tidak mudah mencari penginapan di saat libur seperti ini, mulai hotel hingga motelpun semuanya penuh. Kami harus menunggu seharian baru bisa mendapat tempat menginap di salah satu hotel yang berada di sekitar gedung sate. Kami beristirahat dulu hingga semua lelah terbayarkan dengan kasur yang empuk.


Di postingan selanjutnya akan saya bagi mengenai tempat-tempat yang saya kunjungi. 

Kena tipu, menyebalkan.

Seperti yang biasanya saya lakukan ketika ada libur terjepit di hari-hari weekend, yakni memilih mengunjungi kota-kota yang berada di luar Semarang. Kali ini liburan di jatuhkan pada kota Bandung, ketika teman saya menawari untuk menyusul dia yang saat itu sedang ada di kota Bandung hmmm sepertinya menyenangkan. Kebetulan setelah 14 tahun baru bisa kesini lagi , jelas ini tawaran yang menggiurkan hahaha.

Saya dan 3 orang teman saya tentu masih menimbang-nimbang akan pergi atau tidak. Dengan masalah jarak dan waktu yang harus di tempuh, kita masih di selimuti ragu juga. Alhasil setelah mengecek semua rute tansportasi seperti kereta api, dan pesawat terbang sudah tidak bisa lagi di harapkan. Kereta api yang menjadi transportasi favorite sudah tidak menyediakan tiket, dan pesawat terbang sudah terlambat sama sekali pada jadwal penerbangannya. Jadilah semua keberangkatan ini tanpa rencana matang, semua serba dadakan, semua serba spontan.

Setengah 9 malam kami baru menuju ke terminal terboyo, untuk mendapatkan bus terakhir yang diperkirakan ada jam 9 nanti. Dengan modal sok tau dan masukan dari salah satu tetangga, kami di suruh mencari bus ‘sahabat’ yang katanya menyediakan rute bandung itu. Kemudian kami masuk terminal dan segera mencari bus itu , entah keberuntungan atau apa kami menemukannya dan langsung naik begitu saja. Saat diatas bus, semua kursi penumpang kosong dan cuman ada kami berempat serta para kenek bus yang jumlahnya lebih dari 3 orang. DEG! Ini sungguh diluar rencana, kekhawatiran menyelimuti kami.

Dengan mencoba tenang kami membaca doa, dan berharap bahwa bus ini memang bus yang tepat. Lalu ketika itu kami di datangi oleh yang saya perikirakan kenek bus tersebut, dia bertanya mengenai tujuan kami akan kemana, dengan heran saya berfikir dalam hati bukankan sudah jelas ini bus menuju Bandung? hati saya semakin ragu lagi. Kami menjawab Bandung, kemudian beberapa orang mengelilingi kami, lalu bilang tarif sampai kesana adalah RP. 250.000. kami sedikit kaget, dengan kondisi di bawah standar begini kami disuruh membayar sekian besarnya, lalu mereka menjelaskan bahwa bukan bus yang ini yang akan membawa kami namun bus ac lengkap dengan fasilitas wcnya.

Kami awalnya ragu tapi toh sudah terlanjur juga, akhirnya kami membayarnya. Lalu kami diturunkan di depan Rumah Sakit Islam Sultan Agung dan berganti bus. Kami kemudian naik ke bus itu , syukurlah bus itu tampak seperti bus penumpang, kursi penuh dan memang kondisinya jauh berbeda dengan kondisi bus yang sebelumnya. Akhirnya kami bisa beristirahat sejenak menunggu waktu untuk sampai ke kota Bandung. Kami terlelap hingga bangun pada kondisi macet total di daerah Indramayu. Perkiraan saya itu sekitar puul 03.00 pagi, kami lalu di bangunkan kenek dan menyuruh kami turun. Dengan kondisi setengah sadar kami turun dan mengikuti arahan untuk naik ke bus lain lagi. Saat itu rasa kantuk tidak tertahankan makanya kami tidak begitu focus saat masuk ke salah satu bus yang lebih kecil dari bus tadi.

Terbangun di pagi hari, sedikit kaget ini apa-apaan 250 ribu kami di bawa kemana, kesal sangat menyelimuti kami. Memandang sekitar semua isi penumpang para pedagang dengan dagangan yang beraneka ragam, mulai dari sayur hingga makanan kecil. Dalam hati saya ingin menangis sejadi-jadinya, berdoa semoga kami bisa sampai dengan selamat. Keadaan yang sudah lusuh dan kelaparan, sudah menginjak pukul 10 pagi tapi kami belum sampai juga ke terminal di Bandung.

Lalu kami sempat bertanya juga arah kemana bus ini, dan ternyata ini bus kota yang memang tidak langsung menuju terminal melainkan mencari penumpang hingga penuh dulu. Lalu kami mulai sadar bahwa semalam kami tertipu oleh para calo, dan bus kami semalam bukan bus menuju bandung melainkan bus menuju Jakarta oleh sebab itu kami diturunkan lagi di tengah jalan dan di pindah ke bus kecil ini.


Setelah saat itu kami selalu berhati-hati saat berpergian, kami selalu mencoba menghindari menggunakan bus untuk perjalanan jauh. Kalaupun memang harus terpaksa menggunakan bus, kami mencoba mencari informasi paling akurat. Salah kami memang berangkat  tanpa ada persiapan, dan semoga cerita ini menjadi salah satu pelajaran buat kalian agar tidak terkena calo juga.

Sabtu, 13 Juni 2015

The Harvest





The harvest , merupakan salah satu patry shop chain terbesar di Indonesia. Dengan cake dan cokelat sebagai produk utama. The harvest sudah mendirikan sekitar 20 outlet di 5 kota besar di Indoesia. Saat ini The Harvest sudah membuka cabang di Semarang pada desember 2014 lalu. 

Tampilan cake yang menggiurkan, tentu saja membuat para penikmatnya semakin tidak sabar untuk mencicipinya. The Harvest membuka cabang pertamanya di area GaJah Mungkur. Hingga saat ini outlet harvest mampu menarik jumlah pengunjung besar setiap harinya. 

Dengan harga yang cukup mahal, namun kualitas produk sesuai membuat pengunjung menikmatinya puas.  Semarang memiliki potensi besar untuk industri food & beverage, terutama di dunia cakes dan pastries. Selain itu, The Harvest juga memiliki layanan delivery dengan pemesanan melalui call center 024-86010810 atau online di www.harvestcakes.com. The Harvest bertujuan untuk menjadi cake shop leader di Semarang dan terus berkembang ke kota besar lainnya

Pandawa Beach Bali



Pantai Pandawa adalah salah satu pantai favorite di Bali merupakan salah satu kawasan wisata di area Kuta selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut sebagai Pantai Rahasia (Secret Beach). Di sekitar pantai ini terdapat dua tebing yang sangat besar yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa dan Kunti. Keenam patung tersebut secara berurutan (dari posisi tertinggi) diberi penjelasan nama Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sahadewa.

Pantai ini selalu ramai akan turis lokal maupun mancanegara. Pasir putih dengan kolaborasi warna biru laut yang memanjakan mata, semakin menambah pesona pantai ini. Pantai ini memiliki daya tarik yang tidak terbatas, terbukti dengan seringnya lokasi pantai yang sering digunakan sebagai pengambilan gambar untuk sinetron ftv. 


Namun yang agak kurang nyaman, adalah warung-warung umum tempat jualan makanan dan cemilan di pinggir pantai. Selain itu kamar mandi umum yang tersedia juga tidak layak gunakan, sangat kotor dan tidak terawat. Sangking banyaknya pengunjung kondisi di sekitar pantai sudah banyak sampah-sampah yang berserakan. 

Tips Packing Saat Berlibur




Haloo guys, balik lagi nih ngebahas liburan. Kmearin udah bahas beberapa tips mengenai barang bawaan dan lain-lain kan? Sekarang bahas yang masih seputar itu juga yuk. Nah kebetulan baru-baru ini aku habis liburan lagi , bukan liburan juga sebenarnya cuman memanfaatkan hari terjepit nasional aja. Kemarin karena cuman punya beberapa hari , aku bersama dua teman cuman bisa melipir ke Ibu Kota saja sejenak melepas penat.

Karena perjalanan menggunakan kereta api, tentu saja saya memilih untuk membawa barang yang memang tidak membutuhkan tenaga lebih saat berpergian. Jadi tips selanjutnya dari saya, adalah cara meringkas barang bawaan.

1.     Bawalah tas yang sesuai dengan ukuran tubuh, sebiasanya jika bertubuh mungil jangan bawa yang besar-besar. Biar saat digunakan tidak memberi beban lebih.
2.     Lipatlah baju secara digulung, bisa memberikan banyak space kosong , sehingga bisa membawa barang bawaan lebih.
3.     Bawalah tas plastic kecil yang bisa menampung alat mandi, dan kosmetik bagi wanita.        


Mungkin itu beberapa tips agar berpergian menjadi lebih nyaman. Sampai jumpa di postingan selajutnya guys.